Do...Loop

Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 07.40 | | 1 komentar »

Perintah Do...Loop digunakan untuk menguji suatu kondisi awa dari pengulangan. Sebenarnya fungsinya hampir sama saja dengan For...Next. Perintah Do...Loop ini akan berjalan sepanjang kondisi bernilai True dan akan berhenti ketika kondisi menjadi False. Pola perintah Do...Loop yang akan kita bahas adalah sbb:
  • Do While...Loop
  • Do Until...Loop
  • Do...Loop While
  • Do...Loop Until


1.Do While...Loop
Pola:
Do While[kondisi]
[statement]
Loop
Contoh aplikasinya:
Sub Test1()
i = 1
Do While i <= 10 Cells(i, 1) = i i = i + 1
Loop

End Sub
Perintah pengulangan akan terjadi terus selama pengulangan lebih kecil atau sama dengan 10 kali(Do While <=10). Perintah akan berhenti pada saat pengulangan sudah mencapai 10 kali. Hasil perintah ini adalah mengirim data angka 1 sampai 10 pada kolom A1 sampai A10.

2.Do Until...Loop
Pola:
Do Until[kondisi]
[statement]
Loop
Contoh aplikasinya:
Sub Test2()
i = 1
Do Until i = 11
Cells(i, 1) = i
i = i + 1
Loop
End Sub
Hasil perintah ini juga adalah mengirim data angka 1 sampai 10 pada kolom A1 sampai A10

3.Do...Loop While
Pola:
Do
[statement]
Loop While[kondisi]
Contoh aplikasinya:
Sub Test3()
i = 1
Do
Cells(i, 1) = i
i = i + 1
Loop While i < style="color: rgb(51, 51, 255);">
End Sub
Hasil perintah ini juga adalah mengirim data angka 1 sampai 10 pada kolom A1 sampai A10

4.Do...Loop Until
Pola:
Do
[statement]
Loop Until[kondisi]
Contoh aplikasinya:
Sub Test4()
i = 1
Do
Cells(i, 1) = i
i = i + 1
Loop Until i = 11
End Sub
Hasil perintah ini juga adalah mengirim data angka 1 sampai 10 pada kolom A1 sampai A10.

For...Next

Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 03.04 | | 0 komentar »

Untuk melaksanakan kode secara berulang, maka kita menggunakan suatu struktur pengulangan.Perintah For...Next dipakai untuk pengulangan yang berulang-kali. Perintah For...Next menggunakan variabel counter yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan sebuah nilai selama perintah berjalan.

Pola:
For Counter = [nilai awal] To [nilai akhir]
[statement]
Next[counter]

Contoh aplikasinya:
Sub Test1()
For i = 1 To 10
Cells( i , 1) = i
Next i
End Sub
Sekarang coba jalankan Macro Test1, hasilnya akan seperti gambar berikut:

i adalalah variabel counter dari 1 sampai 10. Perintah Cells(i , 1) akan mengirim nilai ke kolom pertama (kolom A) dan baris i (dalam hal ini baris 1 sampai 10). Jika Cells(i , 1) diganti dengan Cells(i , 2) maka perintah akan mengirim nilai ke kolom kedua (Kolom B) dan baris 1 sampai 10 dengan nilai yang meningkat. Apakah perintah ini hanya terbatas tiap 1 baris saja?? Ternyata tidak. Perintah For...Next bisa kita gunakan dengan mengatur berapa step pengulangannya. Bagimana caranya??Pertama kita lihat dulu polanya:

Pola:
For Counter = [nilai awal] To [nilai akhir] Step [jumlah step]
[statement]
Next[counter]
Contoh aplikasinya:
Sub Test2()
For i = 1 To 10 Step 2
Cells (i , 1) = i
Next i
End Sub

Perintah For i = 1 To 10 step 2 akan mengirim nilai dengan lompatan 2 yang dimulai dari 1.Maka hasilnya adalah 1,3,5,7,9. Contoh lain dengan menggunakan Step ini adalah sbb:

Contoh aplikasinya:
Sub Test3()
For i = 10 To 1 Step -2
Cells (i , 1) = i
Next i
End Sub
Maka hasilnya akan muncul 2,4,6,8,10
Silahkan berlatih lebih banyak lagi untuk lebih memahami ulasan kali ini. Anda tinggal mencoba mengganti-ganti angka pada contoh kode diatas.
Kurang jelas atau ada pendapat lain?. Anda dapat berkomentar (Gratis koq)


If dan Select Case

Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 02.34 | | 0 komentar »

If dan Select Case adalah sebuah pernyataan bersyarat. If dan Select Case adalah merupakan suatu perintah untuk mengambil suatu keputusan terhadap sebuah atau beberapa kondisi. Kondisi adalah ungkapan untuk mengevaluasi sebuah pernyataan apakah bernilai benar atau salah. Sekarang mari kita bahas satu persatu, dengan pengelompokan pemakaian sebagai berikut"
  • If...Then...Else
  • If...Then...ElseIf
  • Select case

1. If...Then...Else
Dalam bahasa Indonesianya adalah Jika...Maka....Selain Itu
Pola:
If [kondisi1] Then
[statement1]
Else
[statement2]
End if
Analogi:
Jika [Nilai=A] Maka
[Anda Lulus]
Selain Itu===>Maksudnya selain "A"
[Anda Tidak Lulus]
Contoh Macro nya:
Sub Test1()
If Range ("A1").Value = "A" Then
MsgBox "Anda Lulus"
Else
MsgBox "Anda Tidak Lulus"
End If
End Sub
Untuk melihat hasilnya sekarang anda ketik "A" dan "B" di sel A1, lalu jalankan Macro Test1. Apa hasilnya?? Jika anda berhasil maka hasilnya akan seperti gambar berikut ini:

2. If...Then...ElseIf
Dalam bahasa Indonesianya adalah Jika...Maka....Selain Itu Jika...Maka...Selain Itu..., bingung ya. Lebih jelasnya lihat penjelasan berikut

Pola:
If [kondisi1] Then
[statement1]
ElseIf
[statement2]
Else
[statement3]
End if
Analogi:
Jika [Nilai=A] Maka
[Anda Lulus Istimewa]
Selain Itu Jika
[Nilai = B] Maka
[Anda Lulus]
Selain Itu ==>Maksudnya jika bukan "A" atau "B"
[Anda Tidak Lulus]
Contoh Macronya:
Sub Test2()
If Range ("A1").Value = "A" Then
MsgBox "Anda Lulus Istimewa"
Else
If Range ("A1").Value = "B" Then
MsgBox "Anda Lulus"
Else
MsgBox "Anda Tidak Lulus"
End If
End If
End Sub
Sekarang coba ketik "A","B" dan "C" di sel A1, lalu jalankan macro Test2 ,maka hasilnya untuk "A" akan muncul pesan "Anda Lulus Istimewa", "B" muncul pesan "Anda Lulus", sedangkan "C" akan muncul pesan "Anda Tidak Lulus"

3. Select Case
Perintah Select Case gunanya adalah untuk mempersingkat perintah supaya lebih efisien. Perintah ini mengefisienkan pemakaian ElseIf yang berulang-ulang.Untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan berikut

Pola:
Select Case [ungkapan utama]
Case Is [ungkapan1]
[statement1]
Case Is [ungkapan2]
[statement2]
Case Is [ungkapan3]
[statement3]
Case Is [ungkapan ke...n]
[statement ke...n]
Case Else
[statement x]
End Select
Analogi:
Kejadian terhadap Nilai
Kejadian Nilai A
[Anda Lulus Istimewa]
Kejadian Nilai B
[Anda Lulus Biasa]
Kejadian Nilai C
[Anda Lulus Pas-Pasan]
Kejadian Selain Itu===>Maksudnya selain "A,B,C"
[Anda Tidak Lulus]
Contoh Macro nya:
Sub Test3()
Select Case Range("A1").Value
Case Is = "A"
MsgBox " Anda Lulus Istimewa"
Case Is = "B"
MsgBox "Anda Lulus Biasa"
Case Is = "C"
MsgBox "Anda Lulus Pas-Pasan"
Case Else
MsgBox "Anda Tidak Lulus"
End Select
End Sub
Ketik "A,B,C,D" di sel A1, maka hasilnya akan muncul pesan sesuai dengan yang dikondisikan

Asal Nama Tempat DI Jakarta

Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 01.12 | | 0 komentar »

Kota Jakarta adalah jantung ibukota dari negara Republik Indonesia di mana pusat perekonomian beserta berjuta permasalahannya ada di kota besar padat penduduk ini. Di balik nama beberapa daerah di Jakarta tersimpan kisah, cerita dan sejarah dari mana nama itu muncul.
Berikut di bawah ini adalah beberapa asal-muasal nama daerah terkenal di DKI Jakarta :


A. Glodok
Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali ciliwung. Orang tionghoa dan keturunan tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

B. Kwitang
Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwi tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai kwitang.

C. Senayan
Dulu daerah senayan adalah milik seseorang yang bernama wangsanaya yang berasal dari Bali . Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik wangsanaya. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi senayan.

D. Menteng
Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut menteng.

E. Jalan Jaksa
Krn dulu daerah sana tempat nge-kost-nya pelajar2 asal Indonesia yg sekolah hukum Belanda...

F. Matraman
Merupakan tempat basisnya sultan agung yang mau menyerang batavia . nah
karena sultan agung drai mataram maka tempat tersebut dikenal dengan mataraman....lama2 sebutan tersebut berubah jadi matraman

G. Tanah Abang
Tanah Abang dulunya tanah sekitar situ berwarna merah (abang dlm bhs Jawa ). Sekarang berwarna "emas" karena mahalnya tanah disana

H. Pademangan
Pademangan yang bersebelahan dengan Kemayoran adalah dua daerah yang
dipimpin oleh Demang Betawi (lokal) dan Mayor (londo)..

I. Kebayoran
Kebayoran dulunya tanah Tuan Bayor Belanda

J. Karet Tengsin
Karet Tengsin dulunya adalah Perkebunan karet milik etnis China bernama Tieng Shin, karna orang pribumi susah nyebutnya jadi Tengsin aja

K. Kuningan
Kuningan adalah dulunya tempat menetapnya seorang Pangeran dari Cirebon bernama Pangeran Koeningan.

L. Buncit
Dulunya di jalan buncit raya sekarang ada pedagang kelontong China berperut gendut (Buncit) yg terkenal.

M. Bangka
Dulunya disana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yg dibuang di kali krukut.

N. Cilandak
Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa

O. Tegal Parang
Disana banyak ditemukan alang2 tinggi (tegalan) yg dipotong dgn parang (golok).

P. Blok A/M/S
Dulunya sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yg ditandai dgn blok, mulai A-S. Sayang yg tersisa tinggal 3 blok doang.

Q. Pasar Rumput
Dulunya tempat berkumpulnya tukang rumput yg menjualnya untuk kalangan meneer Belanda yg tinggal di kampung elit, Menteng.

R. Kalimalang
Karena kali/sungai yg mengalir di spanjang jalan tersebut tidak mengarah kelaut (utara) melainkan kearah barat(silang/malang)

S. Lebak Bulus
Lebak artinya kolam, Bulus artinya penyu or kura2,, dinamain lebak bulus soalnya dulu disini jd sentral penjualan penyu or kura2 yg di taro di kolam2

Parsubang

Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 01.07 | | 0 komentar »

Adong ma sada keluarga halak hita tinggal di Jakarta on
Jadi naeng pangolihon anak ma attong keluarga on
Sebagian besar keluargana nga tinggal di Jawa on, tepatna di daerah
Jawa Barat ma, ima di Garut, Subang, Sukabumi dohot Tasikmalaya.
Alai jarang be do lao tu adat, alana nungnga gabe karismatik be sude

Tiba ma hari H ulaoni..Ai di Wisma do attong pesta on
Nga rade be sude, jala akka perhundulna pe nga ditentukan
Nungnga adong plangkatna didia annon akka tamu huddul


Akka plangkat nai ima: PARANAK - PARBORU - TULANG - PARHATA dohot
PARSUBANG (ima na soboi mangallang B2 manang na boe alai dang pakke gota)

Holan masuk keluargana na sian Jawa Barat nakkaning, pittor ribut ma
muruk - muruk ima na sian Garut,Sukabumi dohot Tasikmalaya

"Songoni do hape hamu lae, so adong dipasangap hamu hami. Hape nga dao hami ro tu pesta muna on, dang hurippu hami songoni baenon muna tu hami.Dang adong diargai hamu hami.Tokkinon pe mulak nama hami!!!" Ninna sahalak sian nasida muruk-muruk.

"Ai mahua horoa lae, aha na sala hubaen hami?" Ninna nappuna pestaon

"Ido..!!Ai hami par Garut, Par Sukabumi dohot Par Tasikmalaya dang diparade hamu huddulan nami, holan Par Subang ido di baen hamu huddulanna. Mardikkan do hamu!!!!, Mulak nama hami"